His Name Was Not Listed | Russian Film Day

his name was not listed

Sebuah film yang mengadaptasi novel berjudul sama, buah karya penulis Soviet terkenal Boris Vassilyev. Jika membaca keterangan dari novelnya, merupakan cerita dengan alur  ke hari-hari awal perang dan menggambarkan pertahanan legendaris Benteng Brest. Benteng ini, yang terletak di wilayah barat Soviet, hancur dalam jam-jam pertama perang dan diduduki oleh pasukan Jerman.  Namun, para pejuang Soviet tidak menyerah dan terus melawan meskipun dalam kondisi yang sangat sulit.

Para pejuang Soviet, yang dipimpin oleh Letnan Nikolai Pluzhnikov, terus melawan meskipun mereka terluka, terbakar, dan kehabisan makanan dan air. Mereka bangkit kembali dari reruntuhan bangunan yang hancur dan melakukan serangan balik terhadap pasukan Jerman. Dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi, Letnan Pluzhnikov menemukan cinta dengan seorang wanita. Kisah cinta ini menjadi hadiah bagi Pluzhnikov, yang terus melawan hingga akhir hayatnya.

Novel His Name Was Not Listed ini merupakan karya sastra yang mengharukan dan menggambarkan keberanian dan ketabahan para pejuang Soviet dalam melawan pasukan Jerman.  Buku ini juga berisi kisah lain karya Boris Vassilyev, The Dawns Are Quiet Here, yang telah dikenal oleh pembaca asing dan telah diadaptasi menjadi film. Film berjudul “His Name Was Not Listed”, diputar dalam sesi perayaan Hari Sinema Rusia yang berlangsung Sabtu 5 Juli 2025

Melalui tangan sutradara Sergei Korotaev, kisah dalam novel diterjemahkan dalam media film melalui penwarnaan cahaya yang suram dan gelap. Namun masih dapat dilihat oleh penontonnya.  Penataan cahaya dalam film ini patut dipuji , karena berhasil menampilkan efek muram, hancur dan keterpurukan secara mental dan emosional.  Babak pertama dibuka dengan keceriaan, dan mendukung pesan yang termuat dalam film.  Tata pengambilan gambar pun dipertajam, untuk menggambarkan bagaimana perang, kuasa dan kegilaan satu manusia dapat menghancurkan hidup manusia pada umumnya.

Film ini sangat muram dan alur drama yang dihadirkan pun , seperti semuanya berakhir dengan pemusnahan. Namun cara pengaturan babak demia babak yang dihadirkan untuk dinikmati oleh penontonnya , sangat menyentuh hati, terutama saat menggambarkan bagaimana rasa putus asa dapat menghasilkan dampak bagi yang lainnya.

Secercah harapan dan keberuntungan manusia dalam arti sedih, dihadirkan melalui sosok Letnan Pluzhnikov, yang secara narasi menggambarkan kepedihan hatinya karena dia selalu selamat, dan orang-orang di sekitarnya mati.  Ini secara harafiahpun terjadi karena dia adalah orang terakhir yang masih hidup dengan akhir kisah yang mengenaskan.

Bagi saya sendiri yang menonjol dari film ini adalah bagaimana permainan tempo pemutaran , dipadukan dengan skoring film. Mampu memberikan efek , bagaimana saat dunia di sekeliling hancur dengan tempo waktu yang sangat cepat, serta bagaimana dunia berjalan normal kembali , namun terasa hampa.  Permainan dan penggabungan kedua unsur ini, mampu membuat penonton terhanyut dan bertahan melalui durasi film yang cukup lama

The post His Name Was Not Listed | Russian Film Day appeared first on montasefilm.

​Sebuah film yang mengadaptasi novel berjudul sama, buah karya penulis Soviet terkenal Boris Vassilyev. Jika membaca keterangan dari novelnya, merupakan cerita dengan alur  ke hari-hari awal perang dan menggambarkan pertahanan legendaris Benteng Brest. Benteng ini, yang terletak di wilayah barat Soviet, hancur dalam jam-jam pertama perang dan diduduki oleh pasukan Jerman.  Namun, para pejuang Soviet
The post His Name Was Not Listed | Russian Film Day appeared first on montasefilm.  montasefilm 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link