Forgotten Island

Studio DreamWorks Animation kini merilis satu film animasi non-franchise-nya, yakni Forgotten Island yang disutradarai Joel Crawford dan Januel Mercado. Crawford kita kenal lewat sekuel The Croods dan Puss in Boots. Film ini juga menghadirkan pengisi suara nama-nama tenar, sebut saja H.E.R., Liza Soberano, Dave Franco, Jenny Slate, hingga Ronny Chieng. Mampukah film bernuansa kultur Filipina ini bersanding dengan karya-karya terbaik studionya?

Berlatar di sebuah wilayah di Filipina pada era 1990-an, dua gadis remaja, Jo (H.E.R.) dan Raissa (Soberano), telah bersahabat sejak kecil. Raissa akan melanjutkan studi di AS, sementara Jo kecewa dengan keputusan tersebut. Di malam pesta perpisahan, tanpa sengaja mereka membuka sebuah portal menuju dimensi lain bernama Nakali, yang mereka kenali dari cerita nenek Jo. Mereka melompat ke dalamnya dan terbangun tanpa mengingat kejadian sehari sebelumnya di tempat tersebut. Sembari mencari cara untuk bisa pulang ke dunia nyata, mereka berpetualang dan bertemu sosok-sosok unik di berbagai tempat. Sementara itu, sang iblis, Manananggal, terus mengintai mereka karena salah satu benda miliknya entah bagaimana berada pada tubuh Raissa.

Rasanya, ini adalah pertama kalinya legenda dan mitologi Filipina muncul dalam film animasi produksi studio besar. Sebelumnya, kisah-kisah klasik dari Tiongkok lebih banyak mendominasi, baik dalam produksi Hollywood maupun Tiongkok sendiri. Hasilnya tentu adalah sebuah kisah petualangan yang segar dengan latar serta karakter-karakter mitologi lokal yang memiliki bentuk dan keunikan beragam, sebut saja Anjing Aspin, Tiyanak, Manananggal, Batibat, Kataw, hingga Duwende. Semua ini dikemas dalam kisah persahabatan yang menyentuh dan, di luar dugaan, memiliki kedalaman cerita serta sisi psikologis yang kuat.

Aspek visual yang unik juga menjadi kekuatan terbesar film ini. Gaya visualnya penuh warna dengan alam fantasi memesona yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Dalam beberapa segmen, animasi 2D juga digunakan dalam adegan kilas balik. Visualisasi hilangnya memori oleh sosok Batibat menjadi salah satu poin menarik yang banyak mengingatkan pada Inception karya Christopher Nolan. Visualisasi sosok Manananggal yang menyeramkan dengan pergerakan tubuh yang tak lazim barangkali menjadi salah satu hal yang paling mencuri perhatian, sekaligus membuat film ini terasa kurang cocok untuk semua kelompok usia.

Melalui animasi yang penuh warna, Forgotten Island adalah pencapaian segar yang kaya akan mitologi lokal dari sisi cerita, dengan kedalaman yang tak terduga, meski terasa terlalu “berat” untuk target penonton anak-anak. Walau kisahnya terlihat hanya bersenang-senang sepanjang waktu dan memang menghibur, menjelang akhir sebuah adegan menyentuh memberikan sentuhan hangat yang tak terduga. Nilai persahabatan dan kerja sama bukanlah hal baru dalam film animasi, tetapi pendekatan lokal yang begitu kuat masih terbilang langka. Siapa tahu kelak kisah-kisah dan legenda dari Indonesia bisa disajikan seperti ini. Siapa tahu.

The post Forgotten Island appeared first on montasefilm.

​Melalui animasi yang penuh warna, Forgotten Island adalah pencapaian segar yang kaya akan mitologi lokal dari sisi cerita, dengan kedalaman yang tak terduga.
The post Forgotten Island appeared first on montasefilm.  montasefilm 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *