
Setelah Kuasa Gelap sukses memperoleh sekitar 1,4 juta penonton pada tahun 2024, Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment kembali melanjutkan kisah Romo Rendra (Lukman Sardi) dan Romo Thomas (Jerome Kurnia) melakukan eksorsisme dalam Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Pada sekuel yang kali ini disutradarai oleh Rizal Mantovani ini skala teror lebih besar dan aksi kerasukannya lebih intens.
Cerita berawal dari permintaan pengusiran roh jahat di kawasan pesisir di Jawa Timur. Rupanya baru saja terjadi dua kasus misterius di dua tempat yang berbeda. Yang pertama berupa kematian misterius di kawasan pelabuhan, peristiwa lainnya merupakan kasus kerasukan yang dialami pemuda bernama Daniel (Venly Arauna).
Romo Rendra terkejut ketika mendapati ayah dari Daniel adalah teman masa kecilnya, Halim (Ferry Salim). Hubungan pertemanan mereka terputus ketika Rendra melakukan kesalahan. Halim terkejut dan marah ketika mendapati istrinya meminta pertolongan Romo Rendra mengatasi kerasukan putranya. Ia tetap bersikukuh putranya hanya memerlukan pengobatan medis. Namun, Daniel makin sering menunjukkan perubahan perangai. Jumlah korban pekerja pelabuhan juga bertambah.
Dari segi skala, cakupan teror makin meluas dari film perdananya yang hanya mengancam satu keluarga. Alhasil konflik dan ancamannya makin besar. Namun sayangnya teror di pelabuhan ini kurang tereksplorasi, sekadar gerutuan segelintir pekerja dan reka adegan teror yang minim.
Fokus teror lebih banyak berpusat di Daniel. Ke mana saja ia pergi, teror itu kadang menyeruak hadir. Di sisi ini kerja tim makeup dan akting Venly patut dipuji. Transformasi mimik wajah dan penampilan fisik Daniel saat kerasukan benar-benar terlihat. Venly juga mampu menunjukkan performa kerasukan yang mengintimidasi sekaligus mengganggu.
Interaksi antara Romo Rendra dan Romo Thomas juga makin luwes. Bacaan doa menggunakan bahasa Latin makin intens. Adegan ketika keduanya menyiapkan diri dan membuka koper berisi perlengkapan eksorsisme ini salah satu adegan dalam film yang ikonik.
Dari segi narasi tidak banyak hal yang baru. Unsur kejutan dari naskah yang ditulis oleh Robert Ronny dan Andri Cahyadi ini sudah bisa ditebak dari awal. Ada kekurangan dalam penulisan naskah tentang ketidaktahuan Linda, istri Halim, akan riwayat keluarganya yang terkesan janggal dan kurang meyakinkan.
Nah, aspek dalam film yang memikat tapi juga di sisi lain memperlemah kualitas film adalah aspek visual. Adegan di gereja pada saat Rendra dan Halim kecil berdoa memberikan suguhan visual yang megah. Lain halnya dengan efek visual di beberapa adegan, mulai dari peristiwa tenggelamnya sahabat Rendra dan Halim, kasus meninggalnya anak buah kapal, hingga kemunculan sosok iblis.
Sepertinya tim produksi terlalu berfokus pada tata rias dan prostetik Daniel saat kerasukan, sehingga tidak memperhatikan kualitas efek visual di adegan-adegan kunci. Pada awal film yakni peristiwa tenggelamnya sahabat Yanto dan anak buah kapal, misalnya. Adegannya tampak tanggung dan tidak meyakinkan. Tata rias dan visualnya juga tampak mengada-ada.
Namun, yang lebih mengenaskan adalah efek visual iblisnya. Sosok yang menjadi tokoh antagonis utama dalam sekuel ini malah ditampilkan dalam bentuk CGI yang kasar dan tidak menyatu dengan lingkungan sekelilingnya. Yang terjadi, setiap kali sosok ini muncul malah menurunkan tensi kengerian yang sudah susah payah dibangun oleh akting para pemain. Sungguh disayangkan keputusan menggunakan CGI tersebut.
Andaikan kemunculan sosok CGI iblis itu dihapus semuanya dalam layar, bisa jadi malah jauh lebih seram. Hal ini dikarenakan kekuatan horor film ini banyak bertumpu pada penampilan fisik dan akting Venly, juga aksi duo romo saat melakukan eksorsisme.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menampilkan skala teror yang lebih luas dan intens. Venly Arauna memberikan kontribusi besar dalam membangun atmosfer yang mencekam, demikian juga aksi duo romo yang makin kompak. Sayangnya bangunan horor tersebut dihancurkan dengan sia-sia oleh kualitas CGI iblis yang masih kasar.
The post Kuasa Gelap: Perjanjian Darah appeared first on montasefilm.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menampilkan skala teror yang lebih luas dan intens. Sayangnya bangunan horor tersebut dihancurkan dengan sia-sia oleh kualitas CGI iblis yang masih kasar.
The post Kuasa Gelap: Perjanjian Darah appeared first on montasefilm. montasefilm



