Apocalyse Z: New World | REVIEW

Apocalypse Z: New World adalah film aksi zombi yang merupakan sekuel dari Apocalypse Z: The Beginning of the End (2024), yang diadaptasi dari novel karya Manel Loureiro. Film ini masih digarap oleh Carles Torrens dan menghadirkan kembali salah satu pemain dari film pertamanya, yakni José María Yazpik. Sementara itu, sebagian besar pemerannya merupakan wajah baru, seperti Carlos Alcaide, Julia Martínez, Mario Mayo, Mónica López, serta Tamara Casellas. Akankah sekuelnya masih didominasi aksi heboh ala video gim seperti film sebelumnya?

Beberapa tahun setelah peristiwa film pertama, pusat pemerintahan Spanyol kini dikisahkan telah berpindah ke Kepulauan Canary. Situasi yang semakin genting membuat negara memberlakukan wajib militer, salah satunya terhadap seorang pemuda bernama Roberto (Alcaide). Sebuah kesalahan membuat Roberto terancam masuk penjara. Namun, atasannya, Pritchenko (Yazpik), memberinya pilihan untuk bergabung dalam sebuah misi berbahaya ke Madrid. Tim tersebut ditugaskan merebut kembali sebuah pangkalan militer strategis di kota itu. Ratusan, bahkan ribuan zombi, telah menanti mereka di sana.

Mengikuti formula film sebelumnya, kisahnya masih kental dengan nuansa video gim yang bergerak dari satu misi ke misi lainnya. Tidak ada pendekatan horor, unsur misteri, apalagi kejutan berarti. Arah plotnya begitu mudah diantisipasi, dengan upaya bertahan hidup sebagai fokus utamanya. Berbeda dengan film pertama yang hanya berfokus pada satu karakter, kali ini ceritanya beralih ke sebuah tim militer bersenjata lengkap. Tentu saja, mereka harus menghadapi ratusan zombi yang mengepung dari berbagai penjuru kota. Aksi tembak-menembak dan ledakan pun mendominasi hampir sepanjang film. Bahkan, setelah semua misi utama usai, layaknya sebuah video gim, masih ada satu misi tambahan untuk menyelamatkan warga sipil di pusat kota.

Apocalypse Z: New World masih menggunakan formula yang sama dengan pendahulunya. Film ini bahkan lebih tepat disebut sebagai video gim ketimbang film. Namun, bagi para penggemar genre ini, sajian semacam ini tentu menjadi hiburan yang menyenangkan. Seperti film sebelumnya, New World tidak banyak menawarkan sesuatu yang segar bagi subgenre zombi selain aksi bertahan hidup yang intens. Bisa jadi, formula inilah yang membuat film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri dengan menyuguhkan hiburan maksimal bagi para penggemar subgenrenya. Melihat gelagatnya, sekuel berikutnya tampaknya hanya tinggal menunggu waktu. Seri ini masih memiliki potensi besar untuk berkembang jika mampu menghadirkan sisi humanis yang lebih kuat, sehingga bisa disejajarkan dengan film-film zombi berkualitas seperti 28 Days Later, Dawn of the Dead, World War Z, hingga Train to Busan.

The post Apocalyse Z: New World | REVIEW appeared first on montasefilm.

​Apocalypse Z: New World masih menggunakan formula yang sama dengan sebelumnya dengan lebih tepat disebut video gim ketimbang film, tapi untuk fans genrenya, mereka bakal bersuka ria.
The post Apocalyse Z: New World | REVIEW appeared first on montasefilm.  montasefilm 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link