Mungkin tidak banyak penikmat film pertamanya, tiga dekade lalu, yang kini masih hobi menonton di bioskop. Respon penonton pun sepi senyap. Saya masih ingat betul, I Know What You Did Last Summer (1997) mengikuti tren horor slasher remaja modern yang dipopulerkan seri Scream yang muncul setahun sebelumnya. Bersama Scream, Last Summer adalah yang terbaik di antara film-film slasher remaja brutal kala itu. Seri ini rupanya tidak luput dari tren “reboot” yang kini tengah menjamur.
Dengan mengusung titel sama, I Know What You Did Last Summer adalah sekuel dari seri keduanya, I Still Know What You Did last Summer (1998). Filmnya mengabaikan sekuel keduanya, I Always Know What You Did Last Summer (2006) dan seri televisinya (2021). Dua bintangnya, yakni Jennifer Love Hewitt, Freddie Prinze Jr, masih turut bermain walau sebagai karakter pendukung. Belum terhitung dua nama lagi yang muncul sebagai cameo. Sementara beberapa bintang muda menjadi pilihan kastingnya, yakni Madelyn Cline, Chase Sui Wonders, Jonah Hauer-King, Tyriq Withers, serta Sarah Pidgeon. Sang sutradara, Jennifer Kaytin Robinson bersama produser kenamaan, Neil H. Moritz (seri Fast & Furious), menggarap sekuelnya kali ini. Lantas, apa yang ditawarkan sekuelnya setelah sekian lama absen?
Kelima sahabat masa SMA, Ava (Wonders), Danica (Cline), Milo (King), Teddie (Withers), dan Stevie (Pidgeon) berkumpul menghadiri pesta pertunangan Danica dengan Teddie. Setelah pesta, mereka memutuskan untuk melihat pesta kembang api di jalanan berbukit di tepi pantai. Akibat ulah seorang dari mereka, menyebabkan satu mobil melenceng arah menuju tebing hingga akhirnya jatuh ke jurang. Mereka pun sepakat untuk merahasiakan ini semua, walau sesungguhnya Ava tak sependapat. Setahun setelahnya mereka bertemu kembali, Danica mendapat satu pesan misterius bertuliskan, “I know what you did last summer”. Setelahnya, satu demi satu, orang-orang terdekat mereka pun tewas secara tragis.
Setelah sekian lama tidak menonton seri lawasnya, tentu pengembangan kisahnya membuat sedikit penasaran, walau tidak banyak ekspektasi. Awal kisahnya serasa mengulang sekuen pertamanya, tetapi dengan alur plot yang berbeda tentunya, walau intinya sama. Separuh akhir kisahnya, baru dirasakan perbedaan cerita dengan hadirnya tokoh-tokoh lawas serinya, Julie (Hewitt) dan Ray (Prinze). Twist dan pengembangan kisahnya terasa familiar dengan seri Scream. Satu yang hilang adalah nuansa “mistis” dari seri pertamanya yang diwakili tokoh antagonisnya, sosok berjubah yang menggunakan pengait di tangannya. Batasan antara sosok supernatural dan nyata terlihat kabur, sementara di sini, semua serba “real”, persis sama dengan seri Scream.
I Know What You Did Last Summer terasa sebagai tren formal “sekuel/reboot” kekinian, tanpa ada sesuatu yang berarti, baik kisah maupun pencapaian subgenrenya. Aksi brutalnya juga tidak memiliki goresan membekas, terlalu biasa untuk tontonan masa kini. Berbeda level dengan Final Destination: Bloodlines atau The Monkey yang rilis belum lama lalu. Penampilan bintang-bintang lawasnya juga tidak memberikan sensasi nostalgia yang diharapkan. Bahkan satu adegan mimpi justru membuat segmen ini terasa lepas dari plot keseluruhan. Satu hal yang tidak perlu dan urgen, selain sekadar hanya menambah durasi untuk memunculkan satu cameo mengejutkan. Post credit scene-nya mengisyaratkan satu kelanjutan kisahnya. Apakah penonton masih tertarik?
The post I Know What You Did Last Summer appeared first on montasefilm.
I Know What You Did Last Summer terasa sebagai tren formal “sekuel/reboot” kekinian, tanpa ada sesuatu yang berarti, baik kisah maupun pencapaian genrenya.
The post I Know What You Did Last Summer appeared first on montasefilm. montasefilm


