Lelah dengan film-film superhero Marvel dan DC? Satu eksplorasi genre superhero dilakukan satu film bergaya B-Movies, The Toxic Avenger. Film komedi superhero arahan Macon Blair merupakan remake dari film bertitel sama yang diproduksi pada tahun 1984. Film ini dibintangi Peter Dinklage, Jacob Tremblay, Taylour Paige, Julia Davis, Jonny Coyne, Elijah Wood, hingga Kevin Bacon. Apakah film ini mampu memberi suntikan segar genrenya yang kini tengah dalam tren menurun?
J.J. (Paige) adalah informan perusahaan farmasi korup yang memiliki bukti bahwa limbah mereka berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Perusahaan yang dipimpin Bob Garbinger (Bacon) mengirim tim tukang pukul yang berhasil memusnahkan bukti yang dibawa J.J.. Sementara Winston (Dinklage) adalah seorang cleaning service perusahaan yang didiagnosa mengidap penyakit berat. Tekanan ekonomi dan renggangnya hubungan dengan putra tirinya, Wade (tremblay), membuatnya nekat untuk mencuri uang perusahaan.
Di saat bersamaan, J.J. menyusup ke dalam pabrik untuk mengambil bukti sampel limbah. Tak disangka, tim tukang pukul justru bertemu Winston dan menghabisinya, lalu dibuang ke pembuangan limbah. Alih-alih tewas, Winston justru memiliki kekuatan super sekalipun fisiknya berubah wujud menjadi sosok monster yang mengerikan.
Berbeda dengan film aslinya (1984) yang memang dibuat dengan bujet murah, tidak demikian dengan remake-nya yang bergaya visual “B-Movies”. Naskahnya pun memiliki semangat B-Movies dengan aksi-aksinya yang jauh dari nalar dengan segala kekonyolannya. Konyol bukan dalam artian buruk, tetapi justru sebaliknya, menghibur. Toxic Avenger kontras dengan film-film superhero mapan lainnya yang tampak berusaha mengolok dengan segala absurditasnya. Elemen komedi menjadi sajian utama yang bakal mengocok perut penonton, serta segala kebrutalan ekstremnya yang bakal membuat mual. Para pemain pun juga terlihat enjoy dan menikmati perannya.
Melalui kisah dan aksi brutal yang absurd dan konyol, The Toxic Avenger adalah eksplorasi unik sekaligus menjadi elemen parodi bagi genrenya. Film ini rasanya memang lebih ditujukan untuk penikmat film sejati atau sinefil yang memahami betul jiwa dan semangat “B-Movies”. Ketimbang penonton masa kini yang terbiasa dengan film-film superhero berbujet besar dengan segala capaian visualnya. Hal senada juga pernah dilakukan Quentin Tarantino dan Robert Rodriguez melalui Death Proof dan Planet Terror (2007). Film-film ini dimaksudkan sebagai tribute B-Movies pada eranya dan keduanya gagal secara komersial. So, bagi para penikmat film tulen, jangan lewatkan The Toxic Avenger.
The post The Toxic Avenger | REVIEW appeared first on montasefilm.
Melalui kisah dan aksi brutal yang absurd dan konyol, The Toxic Avenger adalah eksplorasi unik sekaligus menjadi elemen parodi bagi genrenya.
The post The Toxic Avenger | REVIEW appeared first on montasefilm. montasefilm


