Runner adalah film aksi komedi thriller yang diarahkan oleh Scott Waugh, yang kita kenal melalui Need for Speed dan Expend4ables. Uniknya, minggu lalu film bergenre senada, bahkan dengan titel yang sama, The Runner, juga dirilis di satu platform streaming. Runner dibintangi dan diproduseri oleh bintang aksi seri populer Reacher, Alan Ritchson. Sang bintang didampingi nama tenar lainnya, yakni Owen Wilson, Rodrigo Santoro, serta Leila George. Lantas, apakah film berdurasi 98 menit ini mampu memberikan sesuatu yang segar, atau setidaknya menghibur para penggemar genrenya?
Hank Malone (Ritchson) adalah mantan Navy SEAL yang kini bekerja di Brisbane, Australia, sebagai seorang kurir. Suatu hari, ia mendapat order khusus dari bosnya, yakni mengantar satu paket bernilai tinggi yang rupanya juga “termasuk” sang pengantar, Ben Bishop (Wilson). Mereka harus mengantarkan organ donor langka ke sebuah rumah sakit untuk seorang gadis kecil yang waktunya terbatas. Namun, dalam perjalanan, rupanya ada sekelompok pihak yang ingin mengambil paket tersebut dengan cara apa pun. Aksi seru pun dimulai.
Bagi fans sang bintang melalui seri Reacher-nya, plot ini tak ubahnya penggalan ringkas dari kisah satu musimnya. Persona Ritchson sebagai mantan marinir, Hank Malone, berada di bawah bayang-bayang sosok Jack Reacher. Baik gestur, gaya bicara, cara bertarung, bahkan hingga cara berpakaian pun nyaris sama. Naskahnya pun juga sama-sama memperlakukan Hank layaknya Reacher yang berjiwa penolong, tetapi dingin dan brutal terhadap lawan-lawannya. Peran tipikal seorang bintang, khususnya dalam film laga, memang bukan hal baru atau tabu, tetapi berhasil atau tidak tentu tergantung dari raihan box office-nya. Melihat performa buruk Mutiny dengan Jason Statham, gelagat buruk pun mengintai.
Hadirnya Owen Wilson dengan karakter tipikalnya—gaya bicara nonstop dengan selorohan konyolnya—tentu kontras dengan sosok Malone yang banyak diam dan serius. Sejalan dengan mengalirnya plot, chemistry mereka terjalin baik. Sisi humor pun bekerja secara natural melalui obrolan lepas mereka, tetapi ketika aksi mulai muncul, semuanya berubah menjadi serius. Bagi yang telah mengenal Ritchson, aksi-aksinya juga cenderung brutal dan sadis, baik dalam chase scene maupun hand-to-hand combat. Semuanya tidak banyak berbeda dengan seri Reacher.
Satu catatan kecil adalah eksplorasi olahan naskahnya yang melawan kelaziman genre aksi bernuansa komedi macam ini. Cukup mengejutkan memang, khususnya di segmen klimaks. Ending-nya tidak berakhir sebagaimana kelaziman genrenya. Sentuhan manusiawinya terasa dan “ancaman” pun terasa sungguhan sebagai ancaman nyata yang berdampak pada alur cerita. Rupanya, para pembuatnya cukup berani untuk tidak bermain aman. Umumnya, pelaku industri akan mempertahankan tokoh-tokoh utamanya jika film ini sukses secara komersial atau jika ingin diproduksi sekuelnya.
Runner ibarat satu segmen seri Reacher yang tidak banyak mengeksplorasi genrenya. No more, no less. Untuk penikmat sang bintang dan serinya, kamu bakal mendapat tontonan seperti yang kamu harapkan. Ritchson kini telah memapankan dirinya sebagai spesialis aktor laga, layaknya Statham atau Liam Neeson. Walau namanya belum sebesar Statham, tinggal menanti waktu hingga Ritchson mendapatkan peran dan film (feature) yang tepat untuk melambungkan namanya.
The post Runner | REVIEW appeared first on montasefilm.
Runner ibarat satu segmen seri Reacher yang tidak banyak mengeksplorasi genrenya. No more, no less.
The post Runner | REVIEW appeared first on montasefilm. montasefilm




