Selamat Tidur Adil! | Festival 100 Persen Manusia

selamat tidur adil

Film “Selamat Tidur, Adil!” menjadi salah satu dari enam film pendek yang masuk dalam kompilasi “100% Love Language”. Kompilasi film pendek ini didapuk sebagai film pembuka Festival Film 100% Manusia 2026. “Selamat Tidur, Adil!” mendapat respon meriah dari para penonton. Meskipun film ini mengusung genre horor, para penonton malah tertawa terbahak-bahak, bukannya terkaget-kaget, ataupun jejeritan.

Film “Selamat Tidur Adil” berfokus pada dua perundung, Adil dan Hakim (Panji Wiratama) . Suatu hari keduanya merundung kawannya, Raga, yang keturunan Tionghoa di toilet bangunan di belakang sekolah, yang sepi dari lalu lalang para siswa. Tak dinyana Raga tewas. Kedua perundung itu bukannya sangat ketakutan dan cemas, malah terlihat biasa saja. Setelah memakamkan mayat korban, mereka kembali bersekolah seperti biasa. Mereka tidak tampak bersalah, hanya khawatir mayat kawannya ketahuan. Ketika guru mengumumkan Raga hilang, keduanya memutuskan memindahkan mayat ke tempat yang lebih tersembunyi. Namun, mayat tersebut tak ada di tempat mereka menguburkan. Apakah mereka salah menggali atau mayat tersebut sudah ditemukan?

Seperti judulnya, ada dua pesan dalam film ini. Yang pertama adalah menyindir situasi dan kondisi hukum di negeri ini di mana tak semua masyarakat mendapatkan keadilan. Dan, yang kedua adalah merujuk ke salah satu perundung yang bernama Adil. Adil lebih kalem daripada Hakim yang kasar dan merundung fisik korban habis-habisan. Namun, tetap saja ia menjadi kaki tangan pelaku perundungan dan pembunuhan, sehingga ia juga bersalah.

Dari segi akting, para pemeran dan extras yang terdiri dari para siswa masih kurang optimal dan kurang penjiwaan. Emosinya masih kurang sampai ke penonton. Namun, berkat ekspresi yang datar dan pengucapan dialog yang kurang meyakinkan itu malah berhasil membuat penonton tertawa. Dari segi visual juga biasa saja. Make up sosok hantu terbilang sederhana, tapi kemunculannya yang mendadak dan gerak-geriknya yang kaku malah berhasil membuat tawa penonton berderai.

Ya, film berdurasi 17 menit yang disutradarai oleh Kenzie Makarim Al Ghazali ini dari premis dan visual biasa saja. Filmnya kurang memiliki emosi karena akting yang kurang luwes dan dialog yang hambar. Namun, pesan dan kritik sosialnya bisa tersampaikan ke penonton. Penonton juga merasa terhibur oleh visual dan gerak-gerik hantu yang canggung.

The post Selamat Tidur Adil! | Festival 100 Persen Manusia appeared first on montasefilm.

​Film “Selamat Tidur, Adil!” menjadi salah satu dari enam film pendek yang masuk dalam kompilasi “100% Love Language”. Kompilasi film pendek ini didapuk sebagai film pembuka Festival Film 100% Manusia 2026. “Selamat Tidur, Adil!” mendapat respon meriah dari para penonton. Meskipun film ini mengusung genre horor, para penonton malah tertawa terbahak-bahak, bukannya terkaget-kaget, ataupun jejeritan. Film
The post Selamat Tidur Adil! | Festival 100 Persen Manusia appeared first on montasefilm.  montasefilm 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link