The Whisper Man adalah film crime thriller rilisan Netflix yang digarap oleh James Ashcroft. Menariknya, film ini diproduseri oleh Anthony dan Joe Russo yang kita tahu sukses melalui film-film superhero Marvel. Naskahnya diadaptasi dari novel bertitel sama karya Alex North. Bintang-bintangnya pun tak kalah mentereng, yakni Robert De Niro, Michael Keaton, Adam Scott, dan Michelle Monaghan. Dengan bujet USD 50 juta serta sederetan bintang tersebut, apakah film ini mampu menawarkan sesuatu yang segar bagi genrenya?
Tom (Scott) bersama putranya, Jake, kembali ke kampung halaman di kota kecil Garetton setelah istrinya meninggal karena sakit. Di kota tersebut, seorang pembunuh serial mengincar anak-anak dan telah membunuh beberapa korban. Bahkan, seorang bocah baru saja diculik malam sebelumnya. Pada malam setelah Tom dan Jake beradu mulut, sang pembunuh menculik Jake. Sang ayah pun shock berat dan meminta bantuan ayahnya, Peter Willis (De Niro), mantan detektif yang dahulu mengusut kasus serupa yang melibatkan Franck Carter (Keaton). Willis kemudian berkolaborasi dengan detektif Amanda Beck (Monaghan) untuk mencari Jake dan mengungkap keberadaan sang pembunuh.
Film investigasi crime thriller semacam ini sudah terlalu banyak diproduksi dan beberapa di antaranya bahkan merupakan karya terbaik dalam medium sinema. Sebut saja The Silence of the Lambs, Se7en, Zodiac, Memories of Murder, dan lainnya. Uniknya, The Whisper Man memadukan elemen investigasi pembunuhan ala The Silence of the Lambs dengan sisi supernatural seperti yang tampak dalam film horor kriminal The Black Phone. Premisnya menarik, tetapi naskahnya memiliki terlalu banyak lapisan cerita (subplot) yang sesungguhnya cukup kompleks untuk disajikan dalam durasi 114 menit. Alhasil, banyak detail cerita terasa terlalu singkat atau bahkan kemungkinan telah dipangkas dari konteks kisah novelnya.
Plot utamanya adalah serangkaian penculikan dan pembunuhan yang terjadi di kota kecil tersebut. Tidak banyak yang bisa dilakukan pihak kepolisian melalui investigasi Det. Beck karena kasus-kasus ini rupanya masih berkaitan dengan pembunuhan di masa silam yang melibatkan Frank Carter dan memiliki modus operandi serupa. Subplot lainnya adalah relasi antara ayah dan putranya, baik Tom dan Jake maupun Tom dan Peter. Minimnya eksposisi membuat relasi antarkarakter terasa kurang kuat sehingga chemistry keduanya pun lemah. Subplot lain yang menjadi kejutan adalah relasi Jake dengan seorang gadis muda yang ternyata hanya hadir dalam imajinasinya. Hal ini memang akhirnya terjelaskan pada bagian penutup.
Sang sineas memang bukanlah sineas level maestro seperti David Fincher, yang menghasilkan Se7en dan Zodiac, tetapi pendekatan estetiknya yang memadukan thriller kriminal dengan elemen horor patut diapresiasi. Situasi yang sepanjang kisah terasa kelam dan suram turut mendukung nuansa misteri serta investigasinya. Dalam beberapa momen, jump scare digunakan secara tepat dan tidak berlebihan. Satu catatan adalah pencapaian akting dua aktor seniornya, De Niro dan Keaton. Keduanya tampil tidak buruk, tetapi seharusnya bisa bermain lebih ekspresif, terutama Keaton. Entahlah, saya merasa Adam Scott dan Michelle Monaghan tampil kurang menggigit. Rasanya masih banyak aktor lain yang bisa memberikan penampilan lebih baik dari mereka.
The Whisper Man adalah versi inferior The Silence of the Lambs dengan naskah yang kurang menggigit, sekalipun didukung sederetan bintang kawakan. Saya tidak bisa membayangkan, jika film ini digarap oleh sineas yang lebih berpengalaman, apakah hasilnya akan berbeda. Naskahnya masih bisa dipoles dan dieksplorasi lebih dalam, sementara sentuhan visualnya pun rasanya masih dapat dibuat lebih solid. Walau bukan yang terbaik, untuk level tontonan streaming, film ini sudah lebih dari cukup untuk memuaskan penggemar genrenya.

The post The Whisper Man | REVIEW appeared first on montasefilm.
The Whisper Man adalah versi inferior The Silence of the Lamb dengan naskah yang kurang mengiggit, sekalipun didukung sederetan bintang kawakan.
The post The Whisper Man | REVIEW appeared first on montasefilm. montasefilm



