Moana (2026) | REVIEW

Saya paham ketika Disney me-remake Beauty and the Beast (1991) atau The Lion King (1994), karena jarak rilisnya memang terpaut jauh. Generasi penonton kala itu pun sudah berasal dari era yang berbeda. Namun, Moana versi animasi baru saja dirilis sekitar sepuluh tahun lalu (2016). Ibaratnya, saya masih merasa seperti baru kemarin menonton film ini. Why? Hasil box office-nya memang tidak mengecewakan, tetapi juga tidak sesukses dua judul di atas. Ketika muncul kabar bahwa film ini akan di-remake, sekuel kedua versi animasinya baru saja dirilis. Entah apa yang ada di benak para penggagasnya.

Versi live-action Moana digarap oleh Thomas Kail yang lebih dikenal sebagai sutradara pertunjukan panggung. Film ini kembali menghadirkan Dwayne Johnson sebagai sang dewa Maui. Menemani sang bintang adalah Catherine Laga’aia, Rena Owen, John Tui, Frankie Adams, serta Jemaine Clement. Hal yang menarik, musiknya masih digarap oleh Mark Mancina, sementara lirik lagu tetap ditulis oleh Lin-Manuel Miranda yang kini juga bertindak sebagai produser. Dengan bermodal bujet USD 200–250 juta, mampukah film ini menyaingi kesuksesan versi orisinalnya?

Senada dengan remake Disney lainnya, alur ceritanya nyaris sama persis dengan versi animasinya. Tak ada kejutan maupun kelokan cerita yang berbeda. Kita semata hanya melihat dua versi gambar yang berbeda, dari animasi 3D ke “animasi 3D” lainnya. Ya, efek visual masih mendominasi kisahnya, terutama pada segmen klimaks. Untuk standar Disney, hasilnya jelas tidak mengecewakan. Namun, dari sisi jiwa dan semangat ceritanya, versi orisinal jelas sulit ditandingi. Ada sesuatu yang hilang dalam versi live-action ini.

Mencari aktris pemeran Moana tentu bukan perkara mudah. Catherine Laga’aia telah bermain semaksimal mungkin, tetapi “spirit” Moana versi animasi masih terasa belum sepenuhnya hadir. Situasi ini diperburuk oleh penampilan Dwayne Johnson yang juga tidak tampil prima. I don’t know… sang aktor terlihat kurang energik dan kurang bersemangat dalam perannya, jauh berbeda ketika ia mengisi suara Maui pada versi animasinya. Misalnya, dialog mereka di atas kapal ketika segmen montage, saat Maui berulang kali berusaha melempar Moana ke laut, terasa datar dan tanpa greget. Adegan ini kehilangan enerji, dan suasana serupa berulang kali muncul dalam banyak adegan lainnya. It’s just bad.

Segmen aksi dan musikalnya pun tak jauh berbeda. Tak ada kualitas “magis” yang diharapkan seperti pada versi orisinalnya. Adegan aksi Kakamora yang bernuansa Mad Max: Fury Road, yang dalam versi animasi terasa begitu dinamis, kini justru kurang menggigit. Bahkan, selipan humor dalam aksinya pun sering kali gagal bekerja maksimal. Terbukti, penonton di sekitar saya tetap adem ayem, padahal banyak anak-anak yang memenuhi studio. Demikian pula dengan segmen musikalnya. Ringkasnya, tidak terasa semangat dan soul yang sama seperti versi aslinya. Padahal sebagian besar musiknya masih mengandalkan lagu-lagu yang sama. Ada sesuatu yang terasa hilang.

Kita semua tahu mengapa Moana di-remake, dan hasilnya justru lebih buruk daripada versi aslinya: sisi magis yang memudar, tidak adanya energi dan chemistry yang kuat antara dua protagonisnya, hingga segmen klimaks yang gagal menggigit. Moana pada akhirnya hanyalah film yang sama dengan versi animasinya, tetapi tanpa soul. Bisa jadi memang tidak semua film animasi cocok diproduksi ulang dalam format live-action. Untuk menyamai kesuksesan komersial versi animasinya saja rasanya sudah sulit, bahkan sekadar mencapai titik impas pun masih diragukan. Moana berpotensi menyusul deretan film berbujet raksasa yang gagal total di box office sepanjang tahun ini.

The post Moana (2026) | REVIEW appeared first on montasefilm.

​Kita semua tahu mengapa Moana di-remake, dan hasilnya lebih buruk dari versi aslinya, sisi magisnya meluntur, tidak ada energi dan chemistry kuat antara dua protagonisnya, hingga segmen klimaks yang tidak menggigit.
The post Moana (2026) | REVIEW appeared first on montasefilm.  montasefilm 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link