Pengin Hijrah (2025) di Persimpangan Dakwah dan Sinema

Purwoko AjieMontase Film Independen

“Ulfa, Ok. Mungkin ini memang tempat kamu, ya. Tapi ini bukan tempat aku. Dan kamu jangan paksa aku untuk ada di tempat kamu! Mencari Surga gak hanya disini saja kok Fa!

-Alina (Pengin Hijrah, 2025)-

Barangkali, bukan hanya Alina yang sedang berdiri di persimpangan jalan hidupnya, Pengin Hijrah (2025) pun demikian. Sejak awal film dibuka, ia terus berusaha menyeimbangkan dua kepentingan: menjadi karya sinema sekaligus menjadi medium dakwah. Persoalannya, dua tujuan tersebut tidak selalu seiring sejalan. Di tengah derasnya ajakan untuk berubah, Alina justru mengingatkan bahwa perjalanan menuju Tuhan tidak selalu harus ditempuh melalui rute  yang sama. Hijrah bukan medium perlombaan untuk menjadi paling saleh, bukan pula sekadar perpindahan menuju tempat yang dianggap lebih religius. Ia adalah ikhtiar yang lahir dari kesadaran, bukan dari kekangan maupun paksaan.

Dalam dua dekade terakhir, sinema Indonesia menunjukkan kecenderungan kuat menghadirkan tema-tema religius sebagai bagian dari strategi naratif sekaligus komersial. Film tidak lagi hanya berfungsi sebagai medium hiburan, namun juga menjadi ruang dakwah yang semakin akrab dengan penyampaian pesan moral secara eksplisit. Dialog, konflik, hingga penyelesaian cerita kerap diarahkan untuk menuntun penonton pada kesimpulan tertentu. Konsekuensinya, pengalaman spiritual tokoh tidak jarang bergeser menjadi perangkat dramatik yang memastikan pesan sampai kepada penonton: alih-alih tumbuh sebagai pergulatan batin yang penuh keraguan, kegagalan, dan pencarian makna.

Di posisi inilah Pengin Hijrah (2025) menarik untuk dibedah. Akar masalahnya bukan terletak pada hadirnya dakwah di dalam sinema, sebab keduanya tidak pernah harus dipertentangkan. Yang menjadi pertanyaan adalah: sampai di mana sebuah film masih memberi ruang kepada penonton untuk mengalami perjalanan spiritual para tokohnya? Bahkan ketika hampir seluruh kegelisahan telah selesai dijelaskan melalui ceramah?

Next: Hijrah yang Ingin Diceritakan

The post Pengin Hijrah (2025) di Persimpangan Dakwah dan Sinema appeared first on montasefilm.

​Sejatinya Pengin Hijrah (2025) memiliki potensi dakwah hard-selling yang matang, tapi cara mengeksekusinya masih seperti sinetron atau bahkan FTV. Tidak ada kedalaman narasi yang mumpuni selain mengandalkan ragam subplot yang diselesaikan serba instan.
The post Pengin Hijrah (2025) di Persimpangan Dakwah dan Sinema appeared first on montasefilm.  montasefilm 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Secret Link